Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BERITA FOTO: Ritual Melukat Bali di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta

Kompas.com, 28 April 2026, 16:04 WIB
Krisda Tiofani,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
0/0
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)
h (Kompas.com/Krisda Tiofani)

JAKARTA-KOMPAS.com - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mengajak ratusan pengunjung melakukan ritual penyucian diri bernama Melukat.

Di Bali, Melukat telah lama menjadi tradisi sakral yang diwariskan turun-temurun sebagai ritual penyucian diri secara ritual.

Namun demikian, Melukat tidak terbatas pada penganut agama Hindu, melainkan tradisi umum bagi seluruh makhluk hidup.

Demikian pernyataan Rohaniwan Hindu, Ida Pandita Nabe Dharma Putra Paseban, yang memandu jalannya Melukat di Museum Indonesia, TMII, Jakarta Timur pada Minggu (26/4/2026).

"Semua orang ingin bahagia, tapi kalau dari sisi kebudayaan nih, mungkin saja tata caranya berbeda-beda," ujar Ida saat ditemui di lokasi.

Baca juga: Daftar Promo HUT TMII, Diskon Tiket Masuk 51 Persen dengan Syarat Ini

Melukat menjadi salah satu acara bertajuk "Experience Bali In A Day di TMII" dalam rangka HUT TMII ke-51, selain pertunjukan tari kecak Glow in The Dark. 

Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat gratis di TMII. Mereka datang dari berbagai latar belakang agama, termasuk Muslim dan Katolik yang ditemui langsung oleh Kompas.com di lokasi.

Proses Melukat dimulai pukul 15.00 WIB dan berlangsung sekitar satu jam hingga pukul 16.10 WIB.

Selain ratusan peserta, para pengunjung TMII lainnya juga turut serta melihat langsung proses Melukat dari jarak tertentu.

Selengkapnya, simak ritual Melukat di TMII melalui berita foto berikut ini.

Baca juga: Keliling TMII Naik Sepeda, Begini Cara dan Harga Sewanya

Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Prosesi Melukat di TMII dimulai tepat pukul 15.00 WIB. Ratusan peserta dengan pakaian serba putih memulai ritual dengan pawai dari arah gerbang utama TMII menuju Museum Indonesia.Kompas.com/Krisda Tiofani Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Prosesi Melukat di TMII dimulai tepat pukul 15.00 WIB. Ratusan peserta dengan pakaian serba putih memulai ritual dengan pawai dari arah gerbang utama TMII menuju Museum Indonesia.

Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Pawai Melukat dipandu oleh pemuka agama Hindu yang membawa sesajen ditemani alunan musik khas Bali.Kompas.com/Krisda Tiofani Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Pawai Melukat dipandu oleh pemuka agama Hindu yang membawa sesajen ditemani alunan musik khas Bali.

Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Prosesi Melukat di TMII dimulai tepat pukul 15.00 WIB. Ratusan peserta dengan pakaian serba putih memulai ritual dengan pawai dari arah gerbang utama TMII menuju Museum Indonesia.Kompas.com/Krisda Tiofani Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Prosesi Melukat di TMII dimulai tepat pukul 15.00 WIB. Ratusan peserta dengan pakaian serba putih memulai ritual dengan pawai dari arah gerbang utama TMII menuju Museum Indonesia.

Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Prosesi Melukat di TMII dimulai tepat pukul 15.00 WIB. Ratusan peserta dengan pakaian serba putih memulai ritual dengan pawai dari arah gerbang utama TMII menuju Museum Indonesia.Kompas.com/Krisda Tiofani Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Prosesi Melukat di TMII dimulai tepat pukul 15.00 WIB. Ratusan peserta dengan pakaian serba putih memulai ritual dengan pawai dari arah gerbang utama TMII menuju Museum Indonesia.

Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Selain para peserta, pengunjung lain di TMII juga menyaksikan ritual Melukat ini.Kompas.com/Krisda Tiofani Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Selain para peserta, pengunjung lain di TMII juga menyaksikan ritual Melukat ini.

Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Para peserta kemudian melanjutkan prosesi penyiraman di tempat pancuran. Sesi ini diikuti oleh grup berisi 10 orang secara bergantian. Peserta berdiri di bawah pancuran air suci sambil membasuh wajah, tangan, maupun kaki untuk melepaskan emosi negatif, serta berdoa.Kompas.com/Krisda Tiofani Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Para peserta kemudian melanjutkan prosesi penyiraman di tempat pancuran. Sesi ini diikuti oleh grup berisi 10 orang secara bergantian. Peserta berdiri di bawah pancuran air suci sambil membasuh wajah, tangan, maupun kaki untuk melepaskan emosi negatif, serta berdoa.

Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Para peserta kemudian melanjutkan prosesi penyiraman di tempat pancuran. Sesi ini diikuti oleh grup berisi 10 orang secara bergantian. Peserta berdiri di bawah pancuran air suci sambil membasuh wajah, tangan, maupun kaki untuk melepaskan emosi negatif, serta berdoa.Kompas.com/Krisda Tiofani Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Para peserta kemudian melanjutkan prosesi penyiraman di tempat pancuran. Sesi ini diikuti oleh grup berisi 10 orang secara bergantian. Peserta berdiri di bawah pancuran air suci sambil membasuh wajah, tangan, maupun kaki untuk melepaskan emosi negatif, serta berdoa.

Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Para peserta kemudian melanjutkan prosesi penyiraman di tempat pancuran. Sesi ini diikuti oleh grup berisi 10 orang secara bergantian. Peserta berdiri di bawah pancuran air suci sambil membasuh wajah, tangan, maupun kaki untuk melepaskan emosi negatif, serta berdoa.Kompas.com/Krisda Tiofani Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Para peserta kemudian melanjutkan prosesi penyiraman di tempat pancuran. Sesi ini diikuti oleh grup berisi 10 orang secara bergantian. Peserta berdiri di bawah pancuran air suci sambil membasuh wajah, tangan, maupun kaki untuk melepaskan emosi negatif, serta berdoa.

Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Para peserta kemudian melanjutkan prosesi penyiraman di tempat pancuran.  Satu per satu peserta akan dipercikan air suci di bagian kepala sebagai tanda prosesi Melukat telah selesai. Lalu diberikan tetesan air suci ke telapak tangan untuk diminum, serta diberikan pengikat kepala dan gelang tanda pernah melaksanakan Melukat.Kompas.com/Krisda Tiofani Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Para peserta kemudian melanjutkan prosesi penyiraman di tempat pancuran. Satu per satu peserta akan dipercikan air suci di bagian kepala sebagai tanda prosesi Melukat telah selesai. Lalu diberikan tetesan air suci ke telapak tangan untuk diminum, serta diberikan pengikat kepala dan gelang tanda pernah melaksanakan Melukat.

Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Para peserta kemudian melanjutkan prosesi penyiraman di tempat pancuran.  Satu per satu peserta akan dipercikan air suci di bagian kepala sebagai tanda prosesi Melukat telah selesai. Lalu diberikan tetesan air suci ke telapak tangan untuk diminum, serta diberikan pengikat kepala dan gelang tanda pernah melaksanakan Melukat.Kompas.com/Krisda Tiofani Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Para peserta kemudian melanjutkan prosesi penyiraman di tempat pancuran. Satu per satu peserta akan dipercikan air suci di bagian kepala sebagai tanda prosesi Melukat telah selesai. Lalu diberikan tetesan air suci ke telapak tangan untuk diminum, serta diberikan pengikat kepala dan gelang tanda pernah melaksanakan Melukat.

Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Bagi Suci yang berasal dari Jakarta Pusat, ritual Melukat gratis di TMII menjadi pengalaman pertamanya sebelum melaksanakan ritual yang sama di Bali pada bulan depan. Kompas.com/Krisda Tiofani Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Bagi Suci yang berasal dari Jakarta Pusat, ritual Melukat gratis di TMII menjadi pengalaman pertamanya sebelum melaksanakan ritual yang sama di Bali pada bulan depan.

Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Para peserta kemudian melanjutkan prosesi penyiraman di tempat pancuran. Satu per satu peserta akan dipercikan air suci di bagian kepala sebagai tanda prosesi Melukat telah selesai.Kompas.com/Krisda Tiofani Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Para peserta kemudian melanjutkan prosesi penyiraman di tempat pancuran. Satu per satu peserta akan dipercikan air suci di bagian kepala sebagai tanda prosesi Melukat telah selesai.

Rohaniwan Hindu, Ida Pandita Nabe Dharma Putra Paseban, yang memandu jalannya Melukat di Museum Indonesia, TMII, Jakarta Timur pada Minggu (26/4/2026).Kompas.com/Krisda Tiofani Rohaniwan Hindu, Ida Pandita Nabe Dharma Putra Paseban, yang memandu jalannya Melukat di Museum Indonesia, TMII, Jakarta Timur pada Minggu (26/4/2026).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau