BERITA FOTO: Penampakan Langka Bumi dan Bulan yang Dipotret Kru Artemis II NASA

Kompas.com, Diperbarui 10/04/2026, 07:21 WIB
Lely Maulida,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

h (NASA)
h (NASA)
h (NASA)
h (NASA)
h (NASA)
0/0
h (NASA)
h (NASA)
h (NASA)
h (NASA)
h (NASA)

KOMPAS.com - Lembaga penerbangan dan antariksa Amerika Serikat NASA membagikan foto-foto Bulan yang menarik dan langka, diambil oleh awak Artemis II yang sedang menjalankan misi mengelilingi Bulan.

Foto yang diunggah di layanan Flickr dan media sosial X/Twitter ini menampilkan potret bulan dari berbagai sisi.

Salah satunya bahkan menampilkan potret langka, yakni fenomena gerhana matahari total dari permukaan Bulan.

Foto-foto ini diambil oleh empat kru Artemis II yang terdiri dari astronot Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency.

Baca juga: Penampakan Tak Biasa, iPhone 17 Pro Max Melayang Saat Dibawa Kru Artemis II

Earthset, kala Bumi terbenam

Foto pertama menunjukkan gambar Earthset, yaitu pemandangan Bumi yang tampak seolah tenggelam di balik Bulan. Gambaran ini hampir serupa dengan Matahari terbenam yang tampak dari Bumi.

Bagi NASA, ini bukan foto Earthset pertama, karena sudah pernah diambil oleh kru misi Apollo 8 Moon Orbit Mission pada tahun 1968.

Foto pemandangan Bumi yang tampak seolah tenggelam di balik Bulan. Foto ini diambil dari misi mengelilingi Bulan, Artemis II.NASA Foto pemandangan Bumi yang tampak seolah tenggelam di balik Bulan. Foto ini diambil dari misi mengelilingi Bulan, Artemis II.

Foto Earthset yang diambil oleh kru Artemis II, sekaligus ditujukan untuk menghormati pencapaian misi Apollo tersebut, di mana saat itu manusia pertama kali mengorbit Bulan.

Gerhana Matahari total dari dekat Bulan

Artemis II juga memotret gerhana Matahari total dari jarak hanya beberapa ribu mil di atas permukaan Bulan. Fenomena ini belum pernah dilihat manusia sebelumnya. Foto ini menampilkan korona Matahari yang bersinar mengelilingi Bulan.

Artemis II juga memotret gerhana matahari total dari jarak hanya beberapa ribu mil di atas permukaan Bulan.NASA Artemis II juga memotret gerhana matahari total dari jarak hanya beberapa ribu mil di atas permukaan Bulan.

"Ini benar-benar tak bisa digambarkan. Berapa lama pun kami melihatnya, otak kami tak mampu memproses pemandangan yang ada di hadapan kami," kata Wiseman, salah satu astronot yang menjalankan misi Artemis II.

Baca juga: Artemis II Dipasangi 28 Kamera Luar-Dalam, Mulai dari GoPro, iPhone, hingga Nikon Lawas

Permukaan Bulan yang jelas

Artemis II juga mengabadikan permukaan Bulan dengan detail yang tajam, termasuk area terminator yaitu garis semu yang memisahkan sisi terang dan sisi gelap permukaan Bulan.

Artemis II juga mengabadikan permukaan Bulan dengan detail yang tajam, termasuk area terminator yaitu garis semu yang memisahkan sisi terang dan sisi gelap permukaan Bulan. NASA Artemis II juga mengabadikan permukaan Bulan dengan detail yang tajam, termasuk area terminator yaitu garis semu yang memisahkan sisi terang dan sisi gelap permukaan Bulan.

Potret ini juga membuat bayangan kawah, bukit, hingga lembah di permukaan Bulan, terlihat lebih dramatis.

"Garis terminator benar-benar menonjolkan bayangan, bukit dan lembah, dan itu sangat luar biasa," kata Hansen yang juga menjadi awak misi Artemis II.

Earthrise, saat Bumi berbentuk sabit

Awak Artemis II juga membagikan momen Earthrise, yakni penampakan saat Bumi terbit dari balik lengkungan Bulan.

Dalam foto ini, Bumi tampil seperti bulan sabit, berkelir biru dan dihiasi putihnya gumpalan awan.

Artemis II juga membagikan momen Earthrise, yakni saat Bumi muncul dari balik lengkungan Bulan.NASA Artemis II juga membagikan momen Earthrise, yakni saat Bumi muncul dari balik lengkungan Bulan.

Adapun misi Artemis II masih akan berlangsung sebentar lagi. Kru Artemis II dijadwalkan mendarat di Samudra Pasifik dekat San Diego ada 10 April 2026 waktu Amerika Serikat, dihimpun KompasTekno dari Scientific American.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Foto Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau