JAKARTA, KOMPAS.com - Pandangan masyarakat tentang maskulinitas dan perawatan tubuh di era modern telah mengalami pergeseran yang signifikan.
Laki-laki kini semakin sadar bahwa menjaga kesehatan kulit bukan lagi ranah eksklusif perempuan, melainkan bentuk investasi untuk menunjang karier. Penampilan yang rapi, kulit yang bersih dan segar akan memberikan citra diri lebih profesional.
Kesadaran ini mendorong tingginya minat laki-laki terhadap berbagai tindakan estetika klinis, mulai dari penggunaan perangkat non-invasif hingga prosedur bedah plastik, demi menjaga penampilan agar tetap selaras dengan usia.
"Beda antara feminin sama merawat diri. Saya menjelaskan ke teman-teman laki-laki bahwa merawat diri itu sebenarnya bagian dari kebutuhan," jelas pendiri klinik kecantikan ADS Skin Clinic, dr. Armansjah Dara Sjahruddin, Sp.DVE, M.Kes, dalam talkshow Canisius Health Expo 2026 di Jakarta, Minggu (24/5/2026).
Baca juga: 4 Rutinitas Skincare Wajib Buat Pria, Salah Satunya Sunscreen
Menurut dr. Dara, perawatan diri pada laki-laki membantu membuat mereka terlihat sesuai dengan usianya karena tubuh mengalami proses penuaan yang alami.
Pasalnya, banyak laki-laki yang terlihat lebih tua dari usianya karena kurang merawat diri, ditambah dengan stres yang terus meningkat seiring dengan tanggung jawab yang dipikul.
Secara medis, pria rentan mengalami penurunan hormon testosteron sebesar satu hingga dua persen per tahun sejak akhir usia 20-an.
Penurunan ini memicu berbagai masalah fisik seperti penyusutan massa otot, penurunan metabolisme, hingga kerontokan rambut yang sangat memengaruhi kepercayaan diri.
Oleh karena itu, intervensi medis melalui perawatan estetika menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan untuk mempertahankan kebugaran dan pesona natural.
Baca juga: 11 Tipe Pria yang Dianggap Jadi Idaman Perempuan Cerdas, Apa Saja?
Bagi sebagian besar pria, tujuan utama melakukan prosedur kecantikan bukanlah untuk mengubah wajah secara drastis. Mereka umumnya mencari solusi minim rasa sakit tanpa waktu pemulihan yang lama.
"Banyak pria zaman sekarang yang toleransi nyerinya rendah, jadi tahapannya mungkin dari alat, ke injeksi, kalau masih kurang puas baru akhirnya ke operasi tarik wajah," urai dr. Dara.
Tindakan seperti penyuntikan DNA salmon atau pengisi volume kulit (filler) dapat menjadi pilihan tepat untuk mengatasi kekenduran kulit tanpa terlihat berlebihan.
"Estetik itu sesuatu hal yang harusnya indah secara universal. Perawatan tidak membuat wajah mengalami perubahan berlebihan, tetap sesuai dengan umurnya tetapi orang melihat dia tetap gagah," ungkap dr. Dara.
Baca juga: Perawatan DNA Salmon dengan Dermal Injector, Apa Bedanya dengan Suntik Manual?
Untuk penanganan masalah kulit yang lebih kompleks, seperti kantung mata atau kebotakan, dibutuhkan tindakan yang advanced.
"Kenyataannya, laki-laki sekarang sudah makin banyak yang membutuhkan bedah plastik. Kebutuhan operasi karena mata turun atau kulit kendur sudah mulai meningkat, dan sekarang sudah tidak ada istilah tabu soal bedah plastik bagi pria," kata dr. Hendra Tri Hartono, Sp.BP-RE