Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pria Makin Sadar Perawatan Kulit jadi Investasi Karier

Kompas.com, 25 Mei 2026, 11:02 WIB
Nabilla Ramadhian,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandangan masyarakat tentang maskulinitas dan perawatan tubuh di era modern telah mengalami pergeseran yang signifikan.

Laki-laki kini semakin sadar bahwa menjaga kesehatan kulit bukan lagi ranah eksklusif perempuan, melainkan bentuk investasi untuk menunjang karier. Penampilan yang rapi, kulit yang bersih dan segar akan memberikan citra diri lebih profesional.

Kesadaran ini mendorong tingginya minat laki-laki terhadap berbagai tindakan estetika klinis, mulai dari penggunaan perangkat non-invasif hingga prosedur bedah plastik, demi menjaga penampilan agar tetap selaras dengan usia.

"Beda antara feminin sama merawat diri. Saya menjelaskan ke teman-teman laki-laki bahwa merawat diri itu sebenarnya bagian dari kebutuhan," jelas pendiri klinik kecantikan ADS Skin Clinic, dr. Armansjah Dara Sjahruddin, Sp.DVE, M.Kes, dalam talkshow Canisius Health Expo 2026 di Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Baca juga: 4 Rutinitas Skincare Wajib Buat Pria, Salah Satunya Sunscreen

Menurut dr. Dara, perawatan diri pada laki-laki membantu membuat mereka terlihat sesuai dengan usianya karena tubuh mengalami proses penuaan yang alami.

Pasalnya, banyak laki-laki yang terlihat lebih tua dari usianya karena kurang merawat diri, ditambah dengan stres yang terus meningkat seiring dengan tanggung jawab yang dipikul.

Pergeseran paradigma merawat diri bagi kaum pria

Secara medis, pria rentan mengalami penurunan hormon testosteron sebesar satu hingga dua persen per tahun sejak akhir usia 20-an.

Penurunan ini memicu berbagai masalah fisik seperti penyusutan massa otot, penurunan metabolisme, hingga kerontokan rambut yang sangat memengaruhi kepercayaan diri.

Oleh karena itu, intervensi medis melalui perawatan estetika menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan untuk mempertahankan kebugaran dan pesona natural.

Baca juga: 11 Tipe Pria yang Dianggap Jadi Idaman Perempuan Cerdas, Apa Saja?

Perawatan seperti apa yang digandrungi laki-laki?

Bagi sebagian besar pria, tujuan utama melakukan prosedur kecantikan bukanlah untuk mengubah wajah secara drastis. Mereka umumnya mencari solusi minim rasa sakit tanpa waktu pemulihan yang lama.

"Banyak pria zaman sekarang yang toleransi nyerinya rendah, jadi tahapannya mungkin dari alat, ke injeksi, kalau masih kurang puas baru akhirnya ke operasi tarik wajah," urai dr. Dara.

Tindakan seperti penyuntikan DNA salmon atau pengisi volume kulit (filler) dapat menjadi pilihan tepat untuk mengatasi kekenduran kulit tanpa terlihat berlebihan.

"Estetik itu sesuatu hal yang harusnya indah secara universal. Perawatan tidak membuat wajah mengalami perubahan berlebihan, tetap sesuai dengan umurnya tetapi orang melihat dia tetap gagah," ungkap dr. Dara.

Baca juga: Perawatan DNA Salmon dengan Dermal Injector, Apa Bedanya dengan Suntik Manual?

Untuk penanganan masalah kulit yang lebih kompleks, seperti kantung mata atau kebotakan, dibutuhkan tindakan yang advanced. 

"Kenyataannya, laki-laki sekarang sudah makin banyak yang membutuhkan bedah plastik. Kebutuhan operasi karena mata turun atau kulit kendur sudah mulai meningkat, dan sekarang sudah tidak ada istilah tabu soal bedah plastik bagi pria," kata dr. Hendra Tri Hartono, Sp.BP-RE

Halaman:


Terkini Lainnya
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
Wellness
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Relationship
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Relationship
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Fashion
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Fashion
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Wellness
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Relationship
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
Beauty & Grooming
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Fashion
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Wellness
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Relationship
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Relationship
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Wellness
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
Wellness
6 Rekomendasi Serum Cushion, Ringan dan Flawless di Kulit Wajah
6 Rekomendasi Serum Cushion, Ringan dan Flawless di Kulit Wajah
Beauty & Grooming
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau