Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

El Nino Bukan Cuma Bikin Gerah, Risiko DBD pada Anak Juga Meningkat

Kompas.com, 19 Mei 2026, 17:33 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

KOMPAS.com - Musim kemarau dan cuaca panas saat El Nino membuat banyak keluarga mulai menyimpan cadangan air di rumah.

Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko demam berdarah dengue (DBD) jika tempat penampungan air tidak dikelola dengan baik.

Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim IDAI, dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A, Subsp.Respi(K), mengatakan perubahan pola cuaca selama El Nino memengaruhi kondisi lingkungan yang berkaitan dengan kesehatan anak.

“Saat kemarau panjang, masyarakat cenderung menyimpan air dalam berbagai wadah. Kalau tidak ditutup atau dibersihkan secara rutin, itu bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk,” ujar dr. Darmawan dalam webinar IDAI bertema “Dampak El Nino pada Kesehatan Anak” yang diikuti Kompas.com secara daring, Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, genangan air bersih yang dibiarkan terlalu lama dapat menjadi lokasi ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk bertelur.

Baca juga: Anak Tetap Perlu Main di Luar saat Cuaca Panas, Ini Cara Aman Menurut Dokter

Tempat penampungan air sering tidak disadari

Darmawan menjelaskan, tempat berkembang biak nyamuk tidak selalu berasal dari genangan besar.

Wadah penyimpanan air di rumah, seperti ember, bak mandi, toren, hingga penampung air hujan, juga dapat menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk demam berdarah jika jarang dibersihkan.

“Kadang masyarakat merasa sudah aman karena musim kemarau, padahal justru banyak wadah air yang dibiarkan terbuka,” katanya.

Menurut Darmawan, kondisi tersebut membuat risiko penularan DBD tetap perlu diwaspadai meski curah hujan menurun.

Baca juga: Cuaca Panas di Kota Besar, Lakukan 5 Hal Ini agar Tidak Dehidrasi

Anak termasuk kelompok rentan

Tangkapan layar webinar IDAI, Selasa (19/5/2026). Kebiasaan menyimpan air saat musim kemarau bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk penyebab DBD jika wadah tidak rutin dibersihkan.Tangkapan layar webinar IDAI Tangkapan layar webinar IDAI, Selasa (19/5/2026). Kebiasaan menyimpan air saat musim kemarau bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk penyebab DBD jika wadah tidak rutin dibersihkan.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), mengatakan anak termasuk kelompok yang rentan terdampak penyakit infeksi akibat perubahan lingkungan.

Ia mengingatkan orangtua agar tidak menganggap demam pada anak saat cuaca panas sebagai kondisi biasa.

“Kalau anak demam, lemas, atau muncul tanda-tanda lain yang mengarah ke DBD, jangan menunda pemeriksaan,” ujar dr. Piprim.

Menurut dia, perubahan iklim dan suhu ekstrem membuat orangtua perlu lebih peka terhadap kondisi kesehatan anak sehari-hari.

Baca juga: Lawan Suhu Panas Ekstrem dengan Cukup Air Putih

Pencegahan perlu dimulai dari rumah

Dalam webinar tersebut, IDAI menekankan pentingnya pencegahan DBD dari lingkungan rumah.

Halaman:


Terkini Lainnya
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
Wellness
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Relationship
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Relationship
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Fashion
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Fashion
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Wellness
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Relationship
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
Beauty & Grooming
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Fashion
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Wellness
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Relationship
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Relationship
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Wellness
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
Wellness
6 Rekomendasi Serum Cushion, Ringan dan Flawless di Kulit Wajah
6 Rekomendasi Serum Cushion, Ringan dan Flawless di Kulit Wajah
Beauty & Grooming
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau