Penulis
KOMPAS.com - Bekerja dari rumah kerap dibayangkan sebagai cara untuk membuat rutinitas kerja terasa lebih ringan.
Namun, bagi sebagian perempuan, WFH justru bisa menghadirkan beban tambahan karena pekerjaan kantor bertemu langsung dengan tanggung jawab domestik di rumah.
Kondisi ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Dosen Sosiologi Universitas Airlangga (Unair), Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si., mengatakan bahwa WFH tidak selalu dimaknai sebagai bekerja dari rumah secara ideal.
Menurut dia, ada kecenderungan WFH dipahami sebagai waktu yang lebih longgar dibandingkan hari kerja di kantor.
“WFH lebih dimaknai sebagai liburan daripada bekerja di rumah. Di rumah orang justru merasa memiliki tanggungjawab lain,” kata Bagong saat diwawancarai Kompas.com, Selasa (19/5/2026).
Situasi tersebut dapat membuat pekerjaan dari rumah tidak selalu terasa lebih sederhana.
Seseorang tetap harus menyelesaikan tugas kantor, tetapi pada saat yang sama juga berhadapan dengan berbagai urusan rumah yang sulit diabaikan.
Baca juga: WFH Jumat dan Pekerja Lajang, Sosiolog Ingatkan Pentingnya Waktu untuk Keluarga
Bagong menilai, tantangan WFH dapat terasa lebih berat bagi perempuan, terutama mereka yang juga memiliki tanggung jawab sebagai ibu.
“Bagi perempuan terutama, WFH justru menjadi beban tambahan karena status keibuannya yang bertanggung jawab pada pekerjaan domestik,” ujar Bagong.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa rumah tidak selalu menjadi ruang kerja yang netral.
Bagi sebagian perempuan, rumah juga merupakan tempat berbagai pekerjaan domestik berlangsung, mulai dari mengurus anak, mengatur kebutuhan keluarga, hingga menyelesaikan urusan rumah tangga lainnya.
Akibatnya, WFH bisa membuat batas antara tugas kantor dan tugas rumah menjadi semakin kabur.
Di satu sisi, perempuan tetap dituntut menyelesaikan pekerjaan profesional. Di sisi lain, mereka juga bisa merasa tetap bertanggung jawab terhadap pekerjaan domestik yang hadir di sekitarnya.
Baca juga: WFH Jumat Dinilai Bisa Buka Jalan Kerja 4 Hari, Sosiolog Ingatkan Syaratnya
Ilustrasi WFH, work from home. WFH ASN tidak selalu membuat pekerjaan lebih ringan, terutama bagi perempuan yang harus membagi perhatian antara tugas kantor dan tanggung jawab domestik di rumah.