Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Bukan Belajar Komputer, Ini Cara PAUD Menerapkan Berpikir Komputasional

Kompas.com, 23 Desember 2025, 12:36 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

Konsultasi Tanya Pakar Parenting

Uraikan lika-liku Anda mengasuh anak jadi lebih simpel

Kenali soal gaya asuh lebih apik lewat konsultasi Kompas.com

KOMPAS.com - Selama ini, pendidikan anak usia dini (PAUD) sering kali terjebak pada pengenalan akademik dasar, seperti baca, tulis, dan hitung (calistung). 

Padahal, untuk menghadapi tantangan abad ke-21 yang semakin kompleks, anak-anak membutuhkan fondasi yang lebih mendasar, yakni kemampuan berpikir kritis, sistematis, dan kreatif.

“Pendekatan ini tidak sepenuhnya keliru, tetapi menjadi tidak memadai ketika dihadapkan pada tantangan abad ke-21 yang jauh lebih kompleks,” kata anggota ECED Council Nita Priyanti, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (23/12/2025).

Menurut Nita, dunia saat ini menuntut individu yang sejak dini terbiasa memahami masalah, mencari pola, dan menyusun solusi secara logis.

Kemampuan tersebut, kata dia, tidak muncul secara instan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Baca juga: Kemendikdasmen: 78 Persen Anak yang Masuk PAUD Lebih Punya Kesiapan Kognitif

Sebaliknya, kemampuan itu perlu ditumbuhkan sejak awal ketika cara berpikir anak masih lentur dan rasa ingin tahunya sedang berada pada puncaknya. 

“Di sinilah pentingnya menggeser fokus pembelajaran PAUD, dari sekadar penguasaan konten menuju penguatan cara berpikir,” ujar Nita.

Salah satu pendekatan yang kini semakin mendapat perhatian dalam pendidikan global adalah berpikir komputasional (computational thinking).

Konsep tersebut memang berakar dari ilmu komputer, tetapi dalam perkembangannya diakui sebagai keterampilan berpikir lintas disiplin yang relevan untuk semua jenjang pendidikan, termasuk PAUD. 

Berpikir komputasional bukan tentang anak belajar komputer atau teknologi digital sejak dini, melainkan tentang bagaimana anak belajar memahami masalah, menguraikannya, mengenali pola, dan menyusun langkah penyelesaian secara logis.

Baca juga: Kemendikdasmen: 78 Persen Anak yang Masuk PAUD Lebih Punya Kesiapan Kognitif

Nita menyebutkan, berpikir komputasional dapat diperkenalkan kepada anak usia dini secara kontekstual, menyenangkan, dan selaras dengan prinsip belajar melalui bermain.

Hal tersebut diketahui berdasarkan pengalaman Nita memimpin Workshop Implementasi Computational Thinking melalui Eduplay bagi guru PAUD yang difasilitasi bersama oleh Irma Yuliantina dan Ali Mulyanto.

Berpikir komputasional dan dunia anak

Nita mengatakan, konsep berpikir komputasional terdengar teknis, tetapi sebenarnya sangat dekat dengan keseharian anak. 

“Istilah computational thinking sering terdengar teknis dan kerap menimbulkan kekhawatiran: jangan-jangan konsep ini terlalu abstrak atau ‘berat’ bagi anak usia dini. Kekhawatiran ini wajar, tetapi tidak sepenuhnya tepat,” jelasnya.

Jeanette Wing (2006) mendefinisikan berpikir komputasional sebagai cara berpikir dalam memformulasikan masalah dan solusi sehingga solusi tersebut dapat dijalankan secara sistematis. 

Baca juga: Banjir Limpasan Terjang Sukabumi, Madrasah Diniyah hingga Paud Terendam

Definisi tersebut tidak menuntut penggunaan perangkat digital, melainkan menekankan pada proses berpikir.

Secara umum, berpikir komputasional mencakup empat komponen utama yang sesungguhnya sangat dekat dengan keseharian anak, yang terdiri dari: 

  • Dekomposisi (memecah masalah menjadi bagian-bagian kecil)
  • Pengenalan pola
  • Abstraksi (menangkap inti persoalan) 
  • Perancangan algoritma (menyusun langkah-langkah penyelesaian)

Nita menyampaikan, ketika anak mengelompokkan mainan berdasarkan warna atau bentuk, ia sedang melatih pengenalan pola. 

Saat anak menyusun urutan langkah mencuci tangan atau mengenakan sepatu, ia sedang merancang algoritma sederhana. 

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
Wellness
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Relationship
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Relationship
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Fashion
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Fashion
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Wellness
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Relationship
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
Beauty & Grooming
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Fashion
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Wellness
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Relationship
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Relationship
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Wellness
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
Wellness
6 Rekomendasi Serum Cushion, Ringan dan Flawless di Kulit Wajah
6 Rekomendasi Serum Cushion, Ringan dan Flawless di Kulit Wajah
Beauty & Grooming
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau