Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

PAUD Bermutu, Investasi untuk Menghentikan Rantai Kemiskinan

Kompas.com, 10 Oktober 2025, 18:09 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

Konsultasi Tanya Pakar Parenting

Uraikan lika-liku Anda mengasuh anak jadi lebih simpel

Kenali soal gaya asuh lebih apik lewat konsultasi Kompas.com

KOMPAS.com – Pendidikan anak usia dini (PAUD) bukan sekadar langkah awal menuju sekolah dasar (SD).

Lebih dari itu, PAUD adalah investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Anggota ECED Council Indonesia sekaligus peneliti di Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Riza Annisa Pujarama.

Menurutnya, PAUD memiliki peran besar dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

“Pendidikan anak usia dini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kerangka kerja pengembangan anak usia dini holistik-integratif,” ujar Riza dalam keterangan resminya, Jumat (10/10/2025).

Baca juga: Budaya sebagai Fondasi Pembentukan Karakter Anak Usia Dini

“Artinya, PAUD bukan hanya tentang belajar membaca atau berhitung, tapi tentang pemenuhan kebutuhan esensial anak, mulai dari gizi, kesehatan, pendidikan, hingga pengasuhan dan perlindungan,” lanjutnya.

Riza menegaskan, lima tahun pertama kehidupan anak merupakan periode emas dalam pembentukan kemampuan kognitif dan karakter.

Riset ilmu saraf menunjukkan bahwa perkembangan volume otak mencapai 90 persen pada usia 0–5 tahun. Inilah masa di mana anak mampu menyerap berbagai stimulasi, yang nantinya menentukan kemampuan belajar dan bersosialisasi.

Temuan itu sejalan dengan pandangan peraih Nobel Ekonomi, James Heckman, yang menyebut investasi di usia dini menghasilkan keuntungan sosial-ekonomi paling tinggi.

Baca juga: Meluruskan Paradigma Calistung dan Stimulasi Holistik pada Anak Usia Dini

“Heckman menghitung return on investment dari program pendidikan anak usia dini berkualitas bisa mencapai 13 persen per anak per tahun,” kata Riza.

Ia menyebut, angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan intervensi yang dilakukan di usia sekolah dasar (SD) atau remaja.

Sejalan dengan pandangan Heckman, studi dari Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2020 menunjukkan bahwa pendidikan dan pengasuhan anak usia dini yang berkualitas memberi banyak manfaat, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. 

Manfaat tersebut mencakup peningkatan kesejahteraan sosial dan emosional, menurunkan risiko putus sekolah, membuka peluang pendidikan dan pekerjaan lebih baik di masa depan, serta memberi kesempatan bagi ibu dan pengasuh untuk lebih aktif bekerja, sehingga membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Baca juga: Dukung Perkembangan Anak, Ini Deretan Manfaat PAUD yang Perlu Diketahui Orangtua

Ketimpangan akses dan pembiayaan

Meski manfaat PAUD sudah terbukti, Riza mengungkapkan bahwa penyelenggaraannya di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan.

“Salah satu tantangan utama adalah rendahnya partisipasi anak usia dini," tegasnya. 

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
Wellness
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Relationship
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Relationship
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Fashion
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Fashion
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Wellness
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Relationship
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
Beauty & Grooming
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Fashion
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Wellness
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Relationship
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Relationship
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Wellness
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
Wellness
6 Rekomendasi Serum Cushion, Ringan dan Flawless di Kulit Wajah
6 Rekomendasi Serum Cushion, Ringan dan Flawless di Kulit Wajah
Beauty & Grooming
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau