Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Melakukan Japanese Walking, Jalan Kaki Ala Jepang yang Viral di TikTok

Kompas.com, Diperbarui 27/05/2026, 10:45 WIB
Rafa Aulia Febriani ,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber Today, Time

KOMPAS.com - Metode Japanese walking atau jalan kaki ala Jepang tengah viral di media sosial, termasuk TikTok. Olahraga ini disebut sederhana, tapi efektif meningkatkan kebugaran hanya dalam waktu 30 menit.

"Kita tahu bahwa olahraga itu penting, dan kita tahu bahwa intensitasnya juga penting. Saya pikir hal ini (Japanese walking) jadi populer karena sangat berkelanjutan; singkat, mudah dilakukan, tidak perlu ke gym, dan ada banyak manfaat dari berjalan kaki," jelas fisiolog olahraga dan clinical associate professor di bidang kinesiologi di Universitas Michigan, Laura Richardson, dilansir dari Time.

Japanese walking adalah bentuk interval walking training (IWT) yakni kombinasi jalan intensitas tinggi dan rendah dalam jangka waktu tertentu.

Baca juga:

Lantas, bagaimana cara melakukan Japanese walking?

Bagaimana cara melakukan Japanese walking?

Perhatikan kecepatan langkah dan durasi

Japanese walking adalah metode interval jalan cepat dan lambat. Simak cara melakukan Japanese walking dengan benar agar hasil lebih maksimal.Shutterstock/BELL KA PANG Japanese walking adalah metode interval jalan cepat dan lambat. Simak cara melakukan Japanese walking dengan benar agar hasil lebih maksimal.

Studi awal yang dipimpin Dr. Hiroshi Nose dan Dr. Shizue Masuki dari Universitas Shinshu, Jepang, merancang metode Japanese walking atau interval walking sekitar 20 tahun lalu.

Dalam studi tersebut, para peserta berjalan selama tiga menit dengan kecepatan intensitas tinggi (di atas 70 persen kapasitas aerobik), lalu tiga menit berikutnya dengan kecepatan intensitas rendah (sekitar 40 persen). Interval ini diulang lima kali sehingga total durasi latihan mencapai 30 menit.

Jika ingin melakukan Japanese walking, pertama-tama mulailah dengan tiga menit jalan santai pada intensitas rendah agar terasa ringan dan rileks.

Kedua, tingkatkan kecepatan ke jalan cepat selama tiga menit. Kecepatan jalan cepat diperkirakan sekitar 6,6 kilometer per jam atau lebih. 

Ketiga, pastikan gerakan tubuh aktif, dengan lengan ditekuk 90 derajat dan diayunkan selaras dengan langkah.

Terakhir, ulangi siklus tersebut sebanyak lima kali hingga mencapai waktu 30 menit.

“Intensitas tinggi berbeda untuk setiap individu, tapi kami menggambarkannya sekitar 70 persen dari maksimum (detak jantung) Anda,” kata dokter spesialis kedokteran olahraga di University of Pittsburgh Medical Center, Dr. Jeanne Doperak, dikutip dari Today.

Doperak menambahkan, saat melakukan interval cepat, napas harus terasa lebih berat tetapi masih memungkinkan untuk berbicara singkat.

“Jika Anda sudah sampai pada titik ketika Anda tidak bisa berbicara sama sekali, itu berarti kapasitasnya sudah mendekati 100 persen dan Anda mungkin melakukan lebih dari yang perlu Anda lakukan saat itu untuk mendapatkan manfaatnya,” jelas Doperak

Apa manfaatnya Japanese walking?

Menjaga kesehatan kardiovaskular

Japanese walking adalah metode interval jalan cepat dan lambat. Simak cara melakukan Japanese walking dengan benar agar hasil lebih maksimal.Unsplash Japanese walking adalah metode interval jalan cepat dan lambat. Simak cara melakukan Japanese walking dengan benar agar hasil lebih maksimal.

Japanese walking dinilai lebih efektif dibanding jalan kaki biasa. Studi yang diterbitkan di Mayo Clinic Proceedings tahun 2007 menunjukkan, kelompok IWT dapat meningkatkan kebugaran fisik dan kesehatan kardiovaskular lebih dari sekadar berjalan terus-menerus.

Menurut ahli fisiologi olahraga di Hospital for Special Surgery, Ben Yamuder, berjalan cepat selama empat hari atau lebih dalam seminggu baik untuk kesehatan tubuh. 

Selain itu, metode Japanese walking juga bermanfaat bagi metabolisme tubuh. 

“Anda pasti mendapatkan hasil yang lebih baik karena intensitasnya lebih tinggi. Anda membakar lebih banyak kalori dalam waktu yang lebih singkat,” kata Yamuder.

Lebih lanjut, IWT juga dapat membantu mengontrol gula darah, termasuk untuk lanjut usia (lansia). 

“Otot Anda bekerja lebih keras, dan gula darah diserap melalui otot, jadi ini cara yang bagus untuk mengontrol gula darah Anda, terutama bagi lansia,” ujar Yamuder.

Baca juga:

Halaman:


Terkini Lainnya
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
Wellness
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Relationship
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Relationship
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Fashion
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Fashion
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Wellness
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Relationship
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
Beauty & Grooming
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Fashion
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Wellness
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Relationship
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Relationship
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Wellness
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
Wellness
6 Rekomendasi Serum Cushion, Ringan dan Flawless di Kulit Wajah
6 Rekomendasi Serum Cushion, Ringan dan Flawless di Kulit Wajah
Beauty & Grooming
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau