Uraikan lika-liku Anda mengasuh anak jadi lebih simpel
Kenali soal gaya asuh lebih apik lewat konsultasi Kompas.com
KOMPAS.com - Anak memiliki berbagai kebutuhan. Tidak hanya kebutuhan fisik, melainkan juga kebutuhan emosional.
Menurut Psikolog Brawijaya Child and Women Clinic Khamsha Noory, salah satu kebutuhan emosional yang kerap dilupakan adalah kebutuhan untuk mengekspresikan emosinya mengekspresikan emosi dan menerima penerimaan atas emosi yang mereka alami.
"Anak itu butuh lima hal, salah satunya dia butuh penerimaan. Penerimaan atas kebutuhan dan emosinya, freedom to express validity and emotion," ujarnya ketika diwawancarai Kompas.com, Kamis (12/12/2024).
Setiap anak, seperti halnya individu dewasa, berhak untuk merasa diterima dan divalidasi perasaannya.
Baca juga:
Penerimaan ini sangat penting, terutama ketika mereka menghadapi emosi yang tidak nyaman atau ketika pendapat mereka terasa membingungkan.
Penting untuk diingat bahwa ketika anak menunjukkan perilaku seperti rewel atau tantrum, mereka sebenarnya tidak sedang menciptakan masalah, melainkan sedang berusaha mengkomunikasikan kebutuhan emosional mereka.
"Orangtua perlu melihat tindakan anak sebagai upaya mereka mengkomunikasikan kebutuhan dan emosinya," tegas Khamsha.
Ketika anak-anak berperilaku dengan cara yang mungkin terlihat tidak nyaman bagi orang dewasa, penting untuk memahami bahwa mereka mungkin belum diajarkan bagaimana cara mengungkapkan perasaan mereka dengan kata-kata.
Misalnya, saat seorang anak merasa sedih, ungkapan “Iya, kamu sedih, tidak apa-apa” dapat memberikan pengakuan dan penerimaan yang mereka butuhkan.
Baca juga:
Ini adalah cara untuk menunjukkan bahwa emosi mereka sah dan diterima, yang sangat penting untuk perkembangan emosional mereka.
Sebagai contoh, jika seorang anak tidak fokus saat belajar, itu bukan berarti mereka tidak ingin pintar atau menolak untuk belajar.
Sebaliknya, ini bisa jadi cara mereka meminta perubahan dalam pendekatan pengajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka saat itu.
Penerimaan atas emosi anak bukan hanya tentang memberi mereka izin untuk merasa, tetapi juga tentang memberikan respons yang penuh kasih sayang.
"Makanya memang anak butuh respons yang penuh kasih sayang itu," tutur Khamsha.
Respons membantu anak merasa nyaman dan aman, serta membangun kepercayaan bahwa mereka dapat berbagi perasaan tanpa takut dihakimi.
Penerimaan terhadap emosi anak merupakan langkah awal yang krusial dalam membentuk karakter dan kepribadian mereka.
"Itulah mengapa respons penuh kasih sayang penting, karena tindakan manusia itu sangat dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungannya," tutup Khamsha.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang